Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Agustus 2017

Obat Herbal Mujarab

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Insya Allah pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba sedikit berbagi pengalaman mengenai obat - obatan herbal yang rutin saya konsumsi. Ceritanya...saya ini memang bukan orang yang suka minum obat, jadi kalau sakit ya sebisa mungkin diusahakan bagaimana caranya tidak minum obat dulu, kecuali kalau memang benar - benar terpaksa ya akhirnya minum juga ( kecuali Tolak Angin kayaknya, obat yang satu ini masih berada di list pertama kalau masuk angin. Maklum..rada sensi dengan angin.. ). 

Nah..jadi untuk menjaga vitalitas tubuh ataupun pertolongan pertama saat daya tahan tubuh melemah, saya tidak mengkonsusi multivitamin seperti orang - orang pada umumnya, tetapi saya mengkonsumsi obat - obat herbal, di antaranya habbatusauda dan madu. Mari kita review dulu ya satu per satu..

MADU

 Pastinya udah kenal donk dengan hasil lebah tersebut. Di dalam Al Qur'an juga sudah jelas disebutkan bahwa di dalam madu terkandung obat bagi manusia. Percaya donk pastinya..kalau sudah kata Allah ya pasti benar, tinggal kita saja mau yakin atau tidak. Tapi memang benar lho, saya sendiri sudah merasakan..Saya sudah meruitinkan minum madu sejak lama...bertahun - tahun yang lalu hampir setiap hari hingga saat ini, dan Alhamdulillah saya benar- benar merasakan khasiat madu . Di antaranya ketika penyakit langganan saya dari kecil yang kerap datang, yaitu sariawan tiba, madu menjadi jalan tercepat dalam menyembuhkan atas izin Allah. Dibandingkan obat yang lain  ya...karena berdasarkan pengalaman yang seringkali menderita sariawan dulunya, ketika sariawan sudah ada tanda - tanda muncul..maka biasanya saya segera minum madu dan dikhususkan juga dioles di daerah yang terkena sariawan. Biasanya si sariawan kemudian tidak jadi muncul, atau kalau sudah terlampau muncul ya sembuhnya bisa lebih cepat, Insya Allah. Selain itu, di saat daya tahan tubuh melemah dan gejala flu tiba madu ini juga menjadi alternatif pertama yang saya konsumsi. Membantu juga kok, saya jarang sekali minum obat flu lagi sejak tahu kalau madu itu oke. 

Mengenai madu yang saya konsumsi, saya suka ganti - ganti sih ya. Madu murni merk apa saja juga bisa atau madu campuran juga tidak ada masalah. Tetapi yang paling sering saya konsumsi sampai sekarang yaitu Madu Syamil. Penampakannya seperti ini  
Saya suka minum madu itu karena selain harganya terjangkau, di dalamnya juga ada tambahan - tambahan lain selain madu, di antaranya propolis, habbatussauda, sari kurma dll. Lengkap deh pokoknya. Rasanya agak sedikit aneh sih memang, soalnya kan dicampur bahan - bahan lain juga, tetapi lama - lama juga terbiasa dan enak - enak saja sih buat saya. Saya tidak promosi ya..hehe...Teman - teman bisa menggunakan madu merk apapun yang diinginkan, insya Allah ada manfaatnya. Kan janji Allah begitu :)

HABBATUSSAUDA

Ada orang yang menyebutnya jintan hitam. Saya mengenal obat ini waktu kuliah S1 semester 3 kalau tidak salah. Waktu itu saya terkena sakit yang Alhamdulillah sembuh dengan obat ini, atas izin Allah tentunya. Kemudian sampai saat ini saya masih rutin mengkonsumsinya. Obat ini bisa membantu memelihara daya tahan tubuh, supaya tubuh tidak gampang sakit, istilahnya seperti multivitamin lah. Bisa juga untuk melancarkan peredaran darah. Banyak lagi khasiatnya yang tidak saya sebutkan di sini. Monggo..digoogling sendiri..

Habbatussauda sendiri ada yang berupa minyak, dan ada juga yang berupa serbuk. Katanya sih lebih berkhasiat yang minyak, lebih mahal juga. Tetapi menurut saya sama - sama baiknya kok. Kalau kondisi keuangan  lagi mepet biasanya saya beli yang serbuk :D 

Habbats yang sering saya konsumsi yaitu di antaranya
Minyak Habbatussauda
atau
Serbuk Habbatussauda

Namun tetap merk apapun sama saja sih, yang penting khasiatnya. Entah kenapa saya cocok dengan habbatussauda ini, kalau mau sakit biasanya saya lebihkan untuk konsumsinya, tetapi masih dalam takaran dosis yang seharusnya ya. Segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik.




Wejangan akhir :
Hanya menyampaikan yang pernah disampaikan oleh seorang Ustadz pas kajian lalu dan cukup menohok. Jadi..manusia itu kadang mengherankan, khususnya pada saat sakit. Biasanya kita kalau sakit cenderung yang dipikirkan pertama adalah..apa hayoo...yang pasti...saya kenapa ya,  obatnya apa ya, pergi ke dokter siapa ya, rumah sakit mana ya. Baru nanti setelah mentok berdoa deh sama Allah minta diberi kesehatan. Harusnya yaa..kata Pak Ustadz..kalau kita diberi ujian sakit ya yang nomer satu diingat Allah dulu donk, berdoa dulu minta digugurkan dosanya, diberi kesehatan, mengingat - ingat dosa yang bisa jadi menyebabkan sakit sambil kemudian berusaha secara teknis dengan obat - obatan, ke dokter dan sebagainya. Toh kita sembuh juga karena Allah bukan karena obat -obatan atau karena dokter. Jadi jangan jadikan doa jalan terakhir. Tetapi tetap kita wajib berikhtiar ya, hanya ikhtiarnya dibarengin doa dari awal sampai akhir, bukan ikhtiar dulu baru terakhir berdoa. Itu sih intinya.

Begitulah sedikit pengalaman dari saya. Semoga bermanfaat..Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin...Insya Allah ^_^



( habbatussauda, madu, obat herbal, manfaat habbatussauda, manfaat madu, pengalaman obat herbal , madu syamil, habbasyifa, kurma ajwa)

Selasa, 10 November 2015

Assalamu'alaikum

          Assalamu'alaikum. Sebuah kalimat yang tak asing dalam pendengaran kita, setiap hari kita menggunakannya untuk membuka pembicaraan, menyapa orang lain ataupun untuk bertamu. Assalamu'alaikum bukanlah sekedar kalimat basa - basi pembuka, namun maknanya bisa lebih dari itu "Semoga diberikan keselamatan atasmu". Kalimat itu adalah sebaris doa indah yang ditujukan pada diri sendiri, orang lain ataupun sesama ciptaan Allah yang lain.

          Untuk yang saya sebutkan terakhir adalah kasus yang jarang sekali ditemui, menyapa (baca: mendoakan) sesama ciptaan Allah yang lain tidak hanya manusia, misalnya saja hewan dan tumbuhan. Saya kemudian teringat beberapa tahun silam ketika masih berada di asrama SGI, para sahabat seperjuangan seringkali memberi salam untuk "semua",  tumbuhan yang dilewati bahkan terkadang hewan - hewan yang ditemui.

          "Assalamu'alaikum pohon jambu"

          "Assalamu'alaikun pohon mangga"

          " Assalamu'alaikum bunga dan rumput - rumput"

          Dan yang tak kalah ketinggalan "Assalamu'alaikum kucing"

          Kedengarannya aneh ya, nampak seperti orang yang tidak waras. Tetapi menurut saya itu adalah kebiasaan yang Subhanallah sekali, begitu inspiratif. Menyapa sesama ciptaan Allah dengan doa kebaikan, walaupun mereka tak bisa menjawab menggunakan bahasa manusia, saya yakini pasti mereka mampu memahami. Mereka akan menjawab dengan bahasa mereka sendiri. Bukankah setiap makhluk ciptaan Allah selalu bertasbih memuji Allah, baik itu hewan, tumbuhan ataupun yang lain. Hanya karena keterbatasan kita saja sehingga kita tak mampu mengerti. Siapa tahu kan ketika kita memberi salam kepada bunga mawar, pohon rambutan atau kucing - kucing di jalanan mereka berbalik mendoakan kita dan membuat amal kita bertambah karenanya ( dengan bahasanya sendiri tentunya ). Who knows? Yuk..sama - sama belajar menyapa alam sekeliling kita #LearningFromLife

Senin, 09 November 2015

Cerita Hujan

Masih tentang hujan. Hujan memang tema yang menarik untuk dibahas, karena hujan selalu dapat bercerita, itu pun jika kamu mampu mendengarkannya :). Satu hal yang bisa menjadi pelajaran, beberapa hari ini ada ketaksengajaan tak baik yang terkadang saya lakukan, yaitu munculnya kata - kata, "Yahh..hujan.." Baik itu dari lisan maupun hati yang berbicara. Istighfar pun menjadi keharusan yang dapat dilakukan, turut bersama penyesalan. Yaa.. kegiatan di luar dan tak adanya jas hujan saat itu membuat saya terus terang selalu merasa panik ketika mendung tiba. Di satu sisi saya bahagia karena butiran - butiran air akan segera mendinginkan kota yang akhir - akhir ini luar biasa panas. Di sisi lain egoisme pribadi turut berkata, bagaimana saya dapat keluar atau bagaimana saya dapat pulang. Itulah. Padahal diri cukup tau bahwa merutuki hujan itu tak diperbolehkan. Tetapi kadang diri tak sadar untuk mengeluhkan keadaan. " Bukankah hujan adalah berkah? Berkah bagi saudara - saudara kita di Riau, berkah bagi pedagang jas hujan, berkah bagi penjual jasa ojek payung, berkah bagi para petani dan berkah bagi kita semua. Tak ada kehidupan tanpa adanya hujan yang diturunkan-Nya di bumi ini. Karena itu sangatlah tak bijaksana untuk mengeluhkan hujan sebab selalu ada berkah di setiap butiran air yang turun. Mari belajar..untuk selalu menyambut positif kala hujan turun, tanpa protes, tanpa keluhan dan tanpa kesedihan. Satu hal yang harus diingat, salah satu waktu yang diijabah Allah ketika berdoa yaitu doa di kala hujan. Yaa.. sambutan yang paling indah adalah dengan doa. Jadi mumpung musim hujan, mari banyak - banyak berdoa. Semoga Allah perkenankan." Nasihat Hati. #LeraningFromLife

Rejeki Penjual Jas Hujan

          Alhamdulillah..beberapa hari ini hujan telah menyapa riang Kota Yogyakarta. Di siang hari yang biasanya  kulit tersengat panas matahari dan peluh bercucuran di setiap senti tubuh, kini berkah langit mulai mengguyur, menyapu ramah kota budaya ini. Mendung. Adem. Angin, tak lupa turut menemani suasana yang memang sangat mendukung untuk hanya beristirahat di rumah saja ( baca : kos ). Sayangnya, sebagai orang yang punya hobi keluyuran dan menjelajah kesana kemari, ternyata amunisi untuk kegiatan "mbolang" masih belum lengkap. Di musim hujan yang mulai tiba ternyata saya tidak punya jas hujan. Walhasil dari kemarin pulang bepergian selalu sukses basah kuyup. Hmm.. ini darurat. Harus segera hunting jas hujan sepertinya.

          Saya tidak tahu harus mencari kemana. Hari ini setelah pulang dari warnet, dengan tubuh setengah basah saya menyempatkan diri mampir ke Kopma UGM. Di pinggir lemari minuman ternyata ada beberapa jas hujan yang digantung. Setelah dilihat - lihat dan dipilih - pilih ternyata tidak ada yang sesuai harapan. Akhirnya saya keluar dengan tangan kosong.

           Tiba - tiba saya gagal fokus. Saya berpikiran untuk membeli sepatu karet karena sepatu yang biasa dipakai masih basah akibat hujan kemarin. Dari kejadian itu tiba - tiba kebutuhan bertambah, saya butuh sepatu  karet. Saya ingat ada penjual sepatu itu di pinggir jalan depan kampus UNY dan saya langsung berangkat ke TKP. Di tengah jalan hujan turun semakin deras dan tiba - tiba saya menyesal, harusnya saya cari jas hujan dulu yang lebih penting. Yaa..sudahlah, sudah setengah jalan, perjalanan pun dilanjutkan. Sampai di lokasi ternyata Pak Penjual menggantung beberapa jas hujan di depan  tenda dagangannya. Wah..alhamdulillah bisa sekalian beli juga. Dipilih...dipilih...ditawar...ditawar..yah sayang sekali, saya bukan orang yang pintar menawar, dapat harga yang lumayan tinggi menurut saya. Tetapi yaa sudahlah..lagian hujan sudah turun semakin deras dan saya butuh itu. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli jas hujan dan tidak jadi membeli sepatu karena uang yang saya bawa pas - pasan.

          Sebelum pulang saya menyempatkan diri ke Mirota Kampus untuk cari payung, karena benda itu juga penting di musim hujan begini. Di lantai 3 Mirota sudah banyak orang dengan pikiran yang sama dengan saya, mereka tampak sibuk memilih - milih payung yang ada. Tersisa sedikit pilihan, yaa sudahlah tak apa - apa. Di samping boks yang berisi payung, saya sempat melirik di sampingnya ada berbagai macam jas hujan yang  dijual. Yaelah..jauh - jauh cari ternyata di mirota yang dekat kos juga ada. Karena penasaran, saya coba cek harganya. Dan...ternyata...dengan model yang sama harganya bisa setengah kali lebih murah harga yang saya beli tadi. Perasaan menyesal langsung menyelimuti diri. Hixs....hixs...

          Astaghfirullahal'adziim. Tak boleh menyesal ya. Setelah dipikir - pikir, mungkin itu memang rejekinya Bapak Penjual tadi. Ikhlaskan saja, niatkan untuk kebaikan memberi, hati ini menceramahi. Ada saja ya jalan Alkah untuk memberi rizki hambaNya. Kenapa tiba - tiba saya membeli di tempat itu, tempat yang lebih jauh, tak ada yang tau. Kalau itu dibilang kebetulan, juga pastinya tidak tepat, semua pasti sudah dituliskan olehNya..jauh sebelum kita ada. Karena itu jangan pernah ragu atas rejeki yang belum datang, karena Allah punya berbagai jalan untuk mendatangkannya, seperti rejeki Pak Penjual hari ini. Yakini saja. Insya Allah. #LearningFromLife

Rabu, 04 November 2015

Pengalaman Mengikuti Seleksi Beasiswa LPDP

          Banyak orang yang menanyakan kepada saya mengenai pengalaman mengikuti seleksi beasiswa LPDP, karena itu saya memutuskan untuk menuliskannya. Siapa yang tak kenal dengan beasiswa LPDP?Beasiswa yang  dikelola oleh Kementrian Keuangan melalui dana abadi pendidikan ini merupakan salah satu beasiswa favorit yang diincar oleh banyak orang saat ini. Dalam setahun ada 4 periode pendaftaran yang memberikan kesempatan cukup besar untuk mendaftar di waktu kapan saja yang kita inginkan. Saya pribadi sudah cukup lama tau mengenai beasiswa ini, tetapi baru punya kesempatan mendaftar di tahun 2015 ini, tepatnya pada periode ke-2 bulan April. Untuk seleksi awal, yang perlu dipersiapkan yaitu berkas - berkas   administrasi. Utamanya pada sertifikat TOEFL / IELTS yang banyak menjadi kendala saya dan bisa jadi sebagian besar calon pendaftar yang lain yang mensyaratkan skor TOEFL ITP 500 untuk tujuan dalam negeri dan 550 untuk tujuan luar negeri. Persiapkan sedini mungkin. Jika ada rencana ingin mencari beasiswa, ada baiknya segera belajar bahasa Inggris baik melalui kursus ataupun belajar otodidak . Syarat - syarat lainnya tak terlalu susah, seperti ijazah, transkrip, foto dan berkas - berkas lain yang harus diupload ketika mendaftar secara online dan juga yang tak ketinggalan yaitu esai yang harus dibuat. Pada saat saya mendaftar, ada 2 esai yang harus dibuat yaitu " Peranku bagi Indonesia " dan " Sukses Terbesar dalam Hidupku " selain dengan rencana studi tentunya. Tetapi untuk periode berikutnya nampaknya tema yang diberikan berbeda. Hati - hati dalam membuat esai dan mengisi formulir pendaftaran, karena dari situlah nanti banyak pertanyaan akan muncul pada saat wawancara jika telah lolos seleksi administrasi. Isilah data dengan  sebenar - benarnya dan kita harus mengerti betul apa yang kita telah tuliskan. Jangan sampai nantinya saat wawancara kita "dibantai" oleh apa yang kita tulis sendiri.
               Selagi syarat  sudah lengkap dan kita telah mengisi data dengan benar, dapat dipastikan kita lolos seleksi administrasi yang kemudian akan membawa kita pada tahapan seleksi berikutnya yaitu LGD ( Leader Group Discussion ) dan juga wawancara. Untuk periode saat ini sepertinya ada tambahan seleksi yaitu essay on the spot. Tetapi karena saya tidak mengalaminya langsung, jadi mohon maaf kalau saya tidak dapat menuliskannya di sini. Tetapi untuk tahapan seleksi yang lain kurang lebih sama. Dengan banyaknya peserta yang mendaftar, saya rasa LPDP mampu mengatur dengan baik sehingga antara peserta satu dengan yang lain memiliki jadwal masing - masing yang berbeda sehinggga tak perlu untuk menunggu atau mengantri lama. Ada yang kebagian LGD dan wawancara dalam satu hari, ada pula yang dapat keduanya di hari berbeda. Untuk urutannya pun beragam antara yang satu dengan yang lain. Ada yang LGD dulu baru wawancaraaa, ada juga yang sebaliknya. Tergantung rejeki masing - masing orang rupanya.

             Waktu itu saya mendapat kesempatan untuk LGD dan wawancara dengan hari yang berbeda. Persiapan yang dapat dilakukan, untuk saya pribadi, saya senang belajar dari pengalaman orang lain. Banyak browsing mengenai pengalaman orang lain yang pernah mengikuti seleksi sebelumnya ataupun dengan mengikuti perkembangan grup facebook dari para pencari beasiswa LPDP. Sangat mencerahkan, paling tidak ada yang bisa kita persiapkan untuk berperang. Saya mendapatkan hari yang berbeda untuk LGD dan wawancara. Hari pertama saya mengikuti LGD dengan tim yang telah dibagi acak oleh pihak LPDP. Di sini menurut saya ada faktor luck juga yang berperan, kalau kita mendapat kelompok yang kompak, semua akan berjalan lancar, bisa juga sebaliknya yang terjadi, karena nantinya kita akan bertemu dengan orang - orang baru yang belum kita kenal sebelumnya dan tentu saja karakter masing - masing pun kita belum tahu.  Tetapi yang jelas sebagai persiapan, berdasarkan informasi saya peroleh dari mana saja dan juga dari pengalaman saya sendiri, saya dapat memberikan sedikit saran bahwa dalam LGD kita tidak boleh mendominasi ataupun terlalu pasif. Biasa saja. Supaya kompak, paling tidak dalam satu kelompok semua anggota harus berbicara. Bagi yang telah berbicara, hindari ego ataupun keinginan untuk ingin terus - terusan bicara dan menguasai forum, ada baiknya beri kesempatan yang lain untuk berbicara. Ketika semua selesai berbicara barulah berbicara lagi jika ada yang ingin disampaikan. Hmm...terkadang bagi yang tak terbiasa agak susah untuk menahan diri untuk tidak terus menguasai forum. Dalam kelompok saya yang sebagian besar Alhamdulillah lolos ...masing - maisng hanya bicara sebanyak dua kali saja, secara merata. Artinya satu - satu bicara bergiliran, yang sudah bicara diam dan persilakan yang lain untuk bicara. Mengenai apa yang dibicarakan tak perlu terlalu muluk - muluk atau harus bagaimana...nilai plus kalau misalkan kita punya ide yang berbeda. Namun kalau toh kita benar - benar blank tak tahu harus bicara apa, jalan lainnya dapat memberikan pernyataan setuju atau tak setuju dengan pendapat teman yang telah mengutarakan pendapatnya terlebih dahulu, sambil mengemukakan alasan pribadi dan beberapa tambahan tentunya.Waktu yang diberikan sekitar 20 - 30 menit dan dipantau oleh dua orang psikolog. Tetap tenang, kuasai diri dan jangan lupa manajemen waktu harus diperhatikan.
                Keesokan harinya saya mengikuti seleksi wawancara. Rasanya seperti disidang, bertempat di aula terbuka dengan dua orang profesor dan seorang psikolog yang siap menghujani kita dengan pertanyaan - pertanyaan yang entah apa. Saran saya, jauh - jauh hari sebelumnya kumpulkan pertanyaan dari berbagai macam sumber ( googling saja, sudah banyak yang memposting mengenai hal tersebut kok ). Kemudian coba jawab pertanyaan tersebut dengan jawabanmu sendiri sehingga ketika hari-H kita wawancara kita ada gambaran, tidak benar - benar blank dan pastikan tahu harus bicara apa.Waktu itu saya hanya ditanya oleh dua orang pewawancara, karena bapak yang satu lagi adalah alumni universitas yang sama dengan saya sehingga beliau tak ikut bertanya. Dua orang, psikolog dan profesor tersebut mencecari saya dengan berbagai pertanyaan, terutama dari yang telah saya tulis, baik di formulir pendaftaran, di esai dan rencana studi. Ya itulah yang ditanyakan. Tetapi ada juga sih yang di luar dari itu. Siap - siap saja, apapun pertanyaannya menjawablah dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Menurut pengalaman, ada yang ditanya menggunakan bahasa inggris, ada yang bahasa Indonesia ada juga yang campur - campur. Untuk saya sendiri, Alhamdulillah pewawancara bertanya menggunakan bahasa Indonesia sepenunya, hanya sedikit di tengah - tengah ketika bertanya mengenai rencana studi menggunakan bahasa Inggris. Itu pun saya menjawabnya agak asal - asalan karena memang saya tak terlalu bisa bahasa Inggris. Hehe...Jadi ada baiknya persiapkan diri siapa tahu nantinya ditanya menggunakan bahasa Inggris, terutama bagi yang ingin melanjutkan ke luar negeri.
           Sebagai catatan di sini, yaitu yang pertama seperti yang saya telah jelaskan sebelumnya, kuasai apa yang kamu tuliskan melalui formulir pendaftaran ataupun esai dan coba dikira - kira sendiri pertanyaan - pertanyaan apa saja yang bisa jadi muncul berdasarkan apa yang telah dituliskan, kedua kuasai rencana studi yang ingin kamu ambil secara detail, ketiga yang terpenting pastikan kontribusi yang telah, sedang dan akan kamu lakukan melalui ilmumu ataupun kegiatan organisasimu untuk Indonesia. Bagian yang ketiga ini harus yang konkrit ya, jangan yang umum misalnya ingin membangun Indonesia atau berbakti kepada nusa dan bangsa. Bagaimana cara berbakti kepada nusa dan bangsa, wujudnya bagaimana, terangkan dengan spesifik. Sampai di sini saja ya cerita dari saya. Kuncinya adalah berusaha sebenar - benarnya dan berdoa sebanyak - banyaknya. Good Luck !!!!


Kamis, 29 Oktober 2015

Awardee LPDP PK 40 - Kemilau Nusantara-

          Alhamdulillah..Luar biasa..Allahu Akbar..Dalam hidup, saya acapkali diberi kesempatan untuk  bertemu orang - orang yang begitu luar biasa . Inspiratif, memotivasi sampai pada tahapan membuat saya iri akan berbagai kemampuan dan prestasi mereka. Terakhir kali saya bertemu dengan para sahabat di program Sekolah Guru Indonesia yang hampir mengubah  seluruh hidup dan pemikiran saya. Para pendidik dengan idealisme tinggi untuk bermanfaat bagi sesama membuat saya terkagum dibuatnya. Kemudian pengalaman berikutnya yang tak kalah seru yaitu ketika bertemu dengan sesama awardee LPDP dalam PK angkatan 40. Mereka orang - orang terpilih yang sangat luar biasa, cerdas, calon pemimpin bangsa masa depan Indonesia dengan berbagai skill yang sangat potensial membangun negeri. 

          Saya sendiri tak tahu mengapa saya seberuntung itu untuk dapat bertemu dengan orang - orang inspiratif di sekeliling saya. Terkadang saya merasa tak pantas karena sungguh saya bisa jadi orang yang paling biasa di antara mereka. Tetapu selalu ada pelajaran di dalam setiap kehidupan. Allah mungkin ingin mengajarkan sesuatu, bertemu dengan orang - orang hebat untuk membuat saya termotivasi untuk belajar menjadi hebat seperti mereka. Banyak yang harus dipelajari. Banyak yang harus diperbaiki. Alhamdulillah wasyukurilah terima kasih atas kesempatan indah dalam hidup saya Wahai Ya Rabb. Terima kasih juga kepada orang - orang hebat yang telah bertemu dan menginspirasi saya dalam hidup. Semoga saya bisa menjadi sehebat kalian ^_^

Rabu, 28 Oktober 2015

Susahnya Matematika K13

          Sempat berkecimpung di dunia pendidikan membuat banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapatkan. Khususnya mengajar Matematika tingkat SMA yang cukup membuat otak berpikir keras, bukan hanya berpikir mengenai sulitnya soal - soal yang ada tetapi lebih daripada itu, bagaimana cara memberikan pemahaman pada siswa. Tak mudah membuat mereka mengerti, apalagi mindset buruk dari awal yang mengatakan bahwa matematika itu susah, momok, tak penting dan sebagainya. Betapa itu menjadi beban tersendiri bagi pengajar.
           Apalagi ketika saya pertama kali membaca silabus matematika Kurikulum 2013. Saya hanya dapat menggeleng - gelengkan kepala dan bertanya dalam hati, ini serius materi - materi yang diajarkan seperti ini tingkatannya. Entahlah, mungkin saya saja yang menganggap materi yang diberikan terlalu tinggi untuk anak - anak SMA. Pada kurikulum baru ini Matematika  sendiri dibagi menjadi 2 yaitu matematika wajib yang dipelajari seluruh siswa IPA dan IPS dan matematika  peminatan yang dipelajari khusus oleh siswa IPA. Selain itu,  ada beberapa materi - materi baru, misalnya saja uji hipotesis dan distribusi binomial untuk kelas XI yang saya sendiri baru mendapatkannya di masa kuliah. Ada pula materi induksi matematika, jumlahan riemann dan matematika keuangan  sebagai materi baru di kelas XII yang semuanya adalah materi yang saya dapatkan saat kuliah. Bahkan untuk matematika keuangan saja, saya semasa s1 belum pernah mengambil mata kuliah tersebut karena termasuk kuliah perminatan. Sekolah kok susah ya, curhat mereka.
          Saya entah mengapa merasa heran, mungkin saya yang belum tau motif dan tujuan diberikannya materi - materi baru tingkat universitas sehingga  dalam pikiran saya materi - materi tersebut terlalu tinggi dan tak perlu diberikan untuk anak SMA , kecuali bagi mereka yang memang benar - benar berniat mengambil jurusan matematika nantinya, bisa jadi itu  bermanfaat ke depannya. Sangat disayangkan kalau para siswa harus terbebani dengan banyaknya hal yang harus dipelajari namun tak ada satupun ilmu yang terserap dan tersisa. Semua nampak percuma. Ilmu - ilmu dasar saja yang diajarkan kemudian biarlah mereka yang mengembangkan ilmunya sendiri sesuai dengan minatnya bisa menjadi alternatif lebih baik yang dapat dipertimbangkan. Entahlah..tetapi untuk pelajaran matematika sendiri jujur saja saya lebih sreg menggunakan silabus KTSP daripada Kurikulum 2013. It's  just my opinion. Cmiiw.
         

Menulis Impian


 Ø¨Ø³Ù… الله الرحمن الرحيم                                                       
                      Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba sedikit berbagi  mengenai menulis target hidup. Sebenarnya topik ini sudah banyak dibahas di berbagai tulisan ataupun buku, contohnya di salah satu buku favorit saya "Tuhan Inilah Proposal Hidupku" karya Kakek Jamil Azzaini. Buku yang begitu menginspirasi yang mampu memberikan arahan dalam hidup. Saya rasa sahabat pembaca juga sudah banyak yang tau  jadi saya tak akan membahas panjang lebar mengenai teknisnya. Bagi yang memang belum pernah tau bisa hunting buku yang saya rekomendasikan tadi, sangat menginspirasi lho( bantu promosi :D ). Di sini saya mencoba sedikit membagi kisah saya pribadi mengenai bagaimana menulis target dapat membantu diri kita sendiri untuk mewujudkannya
.
          Setiap orang punya impian. Itu pasti. Tetapi tak semua orang punya impian yang tertulis. Apa sih perlunya menuliskan impian dan mengapa hal tersebut dianggap mampu untuk mewujudkan impian kita dengan lebih mudah? Menurut saya seperti ini, ketika kita menuliskan impian kita, apalagi dengan membacanya berulang kali untuk dievaluasi, maka secara tak langsung impian itu akan masuk dalam ranah alam bawah sadar kita yang kemudian akan membuat kita entah disadari atau tidak mulai mendekati si impian untuk diwujudkan ( baca juga buku rekomendasi : Quantum Ikhlas karya  Erbe Sentanu).  Ketika kita tak menuliskannya, bisa jadi di lain waktu karena keterbatasan  kita kemudian kita lupa dan kemudian menyesali keadaan ketika semuanya sudah terlambat dan tak ada waktu lagi untuk mewujudkannya. Say goodbye to dream. Tak mau itu terjadi kan

          Saya mengetahui pentingnya menulis impian ketika saya duduk di bangku SD. Saya sangat ingat ketika menjelang EBTANAS pada masa itu (zaman apaa tuhh :p)  kami para siswa dipanggil secara bergiliran ke ruang kepala sekolah. Waktunya saya masuk dan kepala sekolah saya pada masa itu, Bu Suci, memberikan potongan kertas kecil sekitar 10 cm x 10 cm untuk ditulis. Kemudian, beliau memberikan Al Qur'an dan menyuruh saya menulis sebuah ayat yaitu

         (Al-Baqarah):186 - Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

          Di bawah  tulisan ayat tersebut kemudian beliau menyuruh saya menuliskan nilai yang diinginkan untuk masing - masing mata pelajaran dan juga jumlah danem yang ingin dicapai ( kalau zaman sekarang orang menyebutnya total hasil UN). Kemudian Bu Suci menyuruh saya menyimpan kertas tersebut sampai masa ujian selesai.

          Jujur saja kemudian saya tak ingat lagi mengenai kertas keinginan tersebut sampai pada pengumuman kelulusan keluar dan Alhamdulillah ketika dilihat hasilnya sungguh mencengangkan.. tanpa disadari nilai yang ada mendekati apa yang saya telah tuliskan. Total danem yang didapat pun persis sama hanya beda koma. Allahu Akbar.

        Itulah salah satu pengalaman pertama saya tentang menulis impian. Kemudian  sejak kejadian tersebut saya jadi terbiasa untuk menuliskan apa yang saya ingin capai ( Terima kasih Bu Guru :) ) Sampai akhirnya saya bisa masuk di jurusan yang diinginkan, lulus  sesuai keinginan dan berbagai target lain yang Alhamdulillah tercapai. Saya percaya menulis impian punya andil dalam memudahkan pencapaian keinginan kita, selain dengan usaha keras dan doa juga tentunya. Try this!!!  Sekian. Semoga menginspirasi ^_^

Selasa, 28 Oktober 2014

Fenomena Jurusan Kedokteran

            Kedokteran, masih menjadi jurusan favorit yang diincar oleh calon - calon generasi penerus bangsa, khususnya mereka yang merupakan kaum berada. Fakultas kedokteran  menjadi top number one,  rating tertinggi hampir di semua universitas di Indonesia. Rupanya tak berubah, minat para siswa calon mahasiswa dari era dulu sampai masa kini terhadap profesi dokter, terbukti masih terus stagnan di posisi atas. Walaupun ada jurusan favorit baru seperti teknik informatika ataupun ilmu komputer  tetap tak menurunkan rating kedokteran sebagai jurusan dengan minat yang tinggi. Aku masih belum mengerti apa yang membuat sebagian besar anak berniat menjadi dokter. Karena untuk aku pribadi, mulai kecil sampai dewasa, tak pernah terbersit sedikitpun niat untuk memilih profesi itu.  Apakah memang benar - benar passion mereka di bidang tersebut? Apakah memang mereka benar - benar berniat secara tulus membantu orang lain, memberikan pelayanan kesehatan dan memiliki minat lebih pada bidang itu? Aku penasaran mengenai hal tersebut, sehingga kucoba melakukan survei kecil - kecilan tak resmi dengan melakukan wawancara kepada beberapa orang siswa yang aku ajar. Berikut sepotong pembicaraan yang aku lakukan dengan salah seorang dari mereka.
          " Mau masuk jurusan mana nanti?" tanyaku
          " Kedokteran Mbak, " Lagi dan lagi. Hampir semua yang kutanya ingin masuk ke kedokteran.
          " Kenapa mau masuk kedokteran?" tanyaku lagi.
          " Disuruh mama, Mbak, " aku mengernyitkan dahi. 
          " Lha kamu sendiri suka apa nggak?"
          " Sebenarnya sih nggak mbak. Tapi mau gimana lagi disuruh orang tua seperti itu," katanya pasrah.
         " Kamu sendiri maunya ambil jurusan apa?"
         " Sebenarnya sih ingin ambil bisnis mbak, tapi nggak boleh sama mama. Katanya ngapain mau bisnis aja pakai sekolah. Langsung jalan sendiri juga bisa"
         " Oh ya?" 
       " Iya Mbak. Dan lagi kebanyakan anak - anak teman mamaku kuliahnya kedokteran. Jadi mamaku inginnya biar aku juga bisa masuk kedokteran supaya bisa dibanggakan."
         Sepenggal pembicaraan yang cukup membuatku tercekat. Dan ketika kutanya anak yang lain, sebagian menjawab alasan yang sama. Ada yang karena orang tuamya dokter jadi mau tak mau meneruskan profesi orang tuanya, ada yang karena dipaksa orang tua, walaupun ada juga yang memang benar - benar berniat ingin kuliah kedokteran, tapi itu tak banyak. Pemikiranku kemudian mengarah ke asumsi masyarakat bahwa menjadi dokter itu keren. Tapi apakah cukup hanya sekedar ingin keren dengan status sosial yang tinggi di mata masyarakat, yang menjadi motivasi untuk mengambil jalan tersebut. Kenyataan lainnya yang tak kalah menyedihkan, hanya karena ego dan gengsinya, orang tua tega memaksakan kehendaknya kepada anaknya terhadap sesuatu yang dia  tidak suka. Memang tak dapat dipungkiri, sebagai orang tua tentunya bangga jika anaknya mempunyai profesi yang dapat dibanggakan, seperti profesi dokter. Tetapi bukan berarti menjadi dokter merupakan satu - satunya jalan mengukur keberhasilan anak, yang terpenting adalah mengarahkan mereka sesuai dengan bakat alaminya dan apa yang menjadi minatnya. Sehingga harapannya, seluruh potensi anak dapat berkembang dan mereka menjadi ahli di bidangnya masing - masing ke depannya. Tentunya kebahagiaan anak merupakan kebahagiaan orang tua juga. Hal yang perlu diingat bahwa setiap anak itu unik, punya kelebihannya masing - masing. Maka dari itu pelajaran untuk para orang tua, berhentilah memaksa keinginan ana demi ego pribadi. Orang tua wajib mengarahkan tetapi tidak berhak memaksakan. Biarlah mereka berkembang sesuai dengan kodratnya dan menjadi seseorang yang dapat dibanggakan dengan dirinya apa adanya.
 

Selasa, 27 Mei 2014

Perbedaan Gejala Maag dan Masuk Angin

Apa perbedaan antara penyakit maag dan masuk angin? Pertanyaan tersebut akhir - akhir ini memenuhi pikiranku. Bagaimana tidak, sempat beberapa kali aku mengalami gejala - gejala yang aku ketahui merupakan gejala penyakit maag atau masuk angin. Aku katakan atau karena sepengetahuanku gejalanya kurang lebih mirip, seperti hilangnya nafsu makan, mual, terkadang sampai muntah. Hanya itulah yang kutahu. Terkadang aku jadi bingung memilih obat yang mana yang tepat untuk kuminum. Entah mengapa aku sering masuk angin. Mungkin karena aku tinggal di daerah yang berhawa dingin atau mungkin juga karena daya tahan tubuhku yang lemah. Kalau maag..pastilah karena memang pola makanku yang tak beraturan. Kadang makan sekali sehari, dua kali sehari, atau tiga kali sehari. Waktunya pun tak menentu. Kadang sarapan jam 10 pagi kadang juga makan malam jam 11 malam. Tak jarang aku mengabaikan jeritan perutku, " Tolong..beri aku makannn.." . Aku tak peduli.Aku malah memilih untuk tidur. Inilah akibatnya. Don't try this at home. Bagi yang anak kos pasti pernah merasakan bagaimana malasnya keluar cari makan ataupun makan sendirian tanpa ditemani siapapun. Hixxx..miriss..
Akhirnya aku mencoba mendiskusikan masalah ini dengan para sahabatku. "Bisa jadi itu gejala hamil. Gejalanya juga sama," kata seorang sahabat. Ngawurrrr...suami aja belom ada malah menuduh aku hamil. Hihi.. Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan mereka diperoleh beberapa kesimpulan mengenai gejala maag dan masuk angin :
Persamaan  :
sama - sama mual, hilang nafsu makan, sering bersendawa, terkadang sampai muntah
Perbedaan :
Masuk angin
- biasanya diikuti diare
- sering kentut
- perut kembung
- gak enak hampir di seluruh badan
- biasanya setelah muntah sudah terasa lebih enak
Maag :
- tidak diikuti diare
- perut keras
- hanya bagian pencernaan yang bermasalah, nyeri dan panas di bagian lambung
- mual berkepanjangan, perut diisi ataupun tidak tetap mual. Tersiksa dah pokoknya, seperti makan buah simalakama.
Begitulah sedikit informasi dari saya berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil diskusi. Jangan lupa jagalah kesehatan ya kawan, karena kesehatan adalah nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia ( petuah untuk diriku pribadi khususnya ). Semoga bermanfaat ^_^

Kamis, 22 Mei 2014

Pengalaman Ikut Workshop STIFIN

Akibat kegandrunganku dengan buku On karya kakek Jamil Azzaini, tanggal 5 April lalu aku dan kak Farida dengan semangatnya ikut workshop STIFIN di gedung BPPT Jakarta, yang katanya sih berguna untuk mengetahui apa passion kita sebenarnya untuk mendapatkan hidup yang "gue banget." Jadi tes STIFIN itu tes menggunakan alat untuk menganalisis sidik jari kita, sehingga kita tahu bagian belahan otak mana yang dominan kita pakai terus menerus. Istilahnya bakat genetik  yang merupakan anugerah dari Tuhan kepada setiap makhluk-Nya. Untuk pembagian kecerdasannya sendiri ada 5 tipe yaitu sensing, insting, intuiting, feeling dan thinking. Setiap kecerdasan punya ciri khusus yang berbeda satu sama lain. Misalnya orang sensing itu tekun dan pekerja keras tapi pelit. Thinking itu pintar, logis, sistematis tapi dingin dan tak peka. Intuiting itu imajinasi tinggi, visioner tapi malas melaksanakan. Feeling itu perasa, empati tapi mudah tersinggung. Terakhir, insting yang unik karena merupakan gabungan keempat tipe kecerdasan lainnya. Sebenarnya semua orang punya kelima kecerdasan ini tetapi dominasinya berbeda beda dan bisa dilihat dari sidik jari. Terkadang kita mendapatkan hasil yang tak disangka sangka karena ternyata kepribadian asli kita jauh dari penampakan kita sehari hari. Bisa diakibatkan lingkungan yang kurang mendukung, salah asuh atau faktor eksternal lainnya. Tetapi tetap saja, yang asli tak dapat menipu sekuat apapun kita mengubahnya.
Hasil tes STIFIN pun keluar. Hasilnya hmm...kak Farida sensing. Cocok sekali. Tipe orang rajin, pekerja keras dan perfeksionis. Calon orang kaya katanya hehe. Sedangkan aku malah tak terduga. Awalnya aku kira aku thinking soalnya aku anak eksak yang sering memakai otak kiriku. Cuek dan kadang tak peduli. Ternyata salah, keluarlah hasil "feeling ekstrovert" di sertifikatku dengan profesi yang cocok trainer, motivator, psikolog, conselour dsb. Sempat kaget sih. Jauh bener. Apalagi ada embel2 ekstrovert. Aku kan orang introvert, menurutku. Ternyata bakat genetik mengatakan lain. Entahlah karena lingkungan atau apa yang membuat berbeda. Tetapi kalau perasa memang benar sih, ini yang banyak orang tak tau, i'am just not expressive ^_^ . Yang jelas saya tak tegaan dan penyayang haha #pede.
Seru sih workshopnya, ilmu kita jadi bertambah. Berguna untuk anak2 muda yang bingung hidupnya mau diarahkan kemana dan para orang tua yang punya anak kecil untuk diketahui bakatnya dari dini supaya optimal dan tak salah jurusan. Bukannya promosi hanya sekedar sharing. Dengan mengetahui apa passion kita maka kita akan lebih menikmati hidup. Percayalah. Biarlah kita kita saja kaum yang sudah lanjut yang salah jurusan. Ayo kita mulai mengoptimalkan bakat2 generasi penerus kita supaya menjadi expert di bidangnya masing masing.

Selasa, 28 Januari 2014

Dampak Permainan Playstation bagi Anak



Tak terasa  zaman telah berubah, dari yang dulunya zaman masih tradisional sekarang berkembang menjadi zaman modern.  Perkembangan teknologi tumbuh semakin pesat seiring dengan munculnya era globalisasi. Berbagai penemuan baru pun muncul. Banyak perubahan yang terjadi di masyarakat. Salah satunya dalam hal sarana dan prasarana bermain anak – anak. Dulunya anak – anak yang hanya tahu bermain  petak umpet, laying – laying ataupun kejar – kejaran di lapangan, tetapi tidaklah untuk saat ini. Permainan melalui sebuah alat modern yang bernama playstation saat ini mulai digandrungi oleh sebagian besar masyarakat terutama anak – anak. Ratusan permainan berbeda yang dapat dimainkan hanya dengan sebuah alat ini membuat anak – anak betah duduk berjam – jam di depan layar televisi. Tak sedikit dari mereka rela menyisihkan uang jajannya demi  menikmati sensasi bermain di tempat persewaan atau rental playstation.
Tak dapat dipungkiri bahwa bermain playstation yang berlebihan kemudian mengakibatkan berbagai macam dampak, terutama kepada anak – anak. Banyak orang tua mengeluhkan mengenai anaknya yang menjadi lupa waktu semenjak buah hatinya mengenal permainan ini. Lupa belajar, lupa makan, lupa mengerjakan pr dan masih banyak kelalaian lainnya yang merugikan. Begitu menariknya permainan ini bagi anak - anak membuat mereka enggan mengerjakan pekerjaan lainnya, hanya duduk diam di depan layar televisi dengan penuh konsentrasi, terkadang malah melebihi konsentrasi mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya atau belajar. Akibatnya, prestasi siswa di sekolah menurun. Dampak tersebut sungguh merugikan diri anak itu sendiri dan juga menjadi beban pikiran orang tua
. Selain itu, akibat lain yang dapat diperoleh disebabkan oleh  orang tua yang terkadang tidak tahu mengenai jenis – jenis permainan yang dimainkan anak – anak mereka. Padahal banyak dari permainan – permainan tersebut mengandung unsur – unsur yang bermoral buruk seperti bentuk kekerasan, perusakan dan lain – lain. Contohnya saja permainan seperti permainan bertinju atau berkelahi. Masing – masing berusaha untuk mengalahkan lawannya dalam bentuk kekerasan fisik. Pada akhirnya dalam kehidupan nyata, kegiatan – kegiatan fisik dalam permainan akan dicontoh anak – anak ketika bermain dengan teman – temannya. Tak menutup kemungkinan  kemudian akan ada anak yang terluka. Anak  pun sebenarnya tak dapat sepenuhnya disalahkan karena mereka  sebenarnya tak mengerti akan akibat yang ditimbulkan oleh apa yang dilakukannya tersebut.  Kemudian akibat lain dari bermain playstation yaitu anak menjadi cenderung boros terhadap uangnya karena mereka menghabiskannya untuk menyewa playstation. Tak jarang beberapa anak rela membolos sekolah dan kabur ke rental playstation pada jam – jam pelajaran.
Tak mudah memang untuk menghilangkan kebiasaan anak – anak untuk bermain playstation, apalagi bagi mereka yang sudah “kecanduan” dan sulit untuk melepaskan kebiasaannya. Mencegah mereka pun bukan hal yang mudah karena memang masa anak – anak adalah masa bermain sehingga untuk melarang mereka bermain membuat anak merasa haknya tak dipenuhi. Oleh sebab itu, beberapa cara perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negative dari alat permainan ini. Pertama, yaitu perlu adanya pengawasan dari orang tua secara langsung terhadap kegiatan sehari – hari anak. Orang tua harus memastikan dan mencari tahu apa yang sebenarnya disukai oleh anak – anaknya dan apa yang dimainkan mereka. Apakah nantinya akan berpengaruh pada kepribadian dan tingkah laku mereka, perlu dipahami lebih lanjut. Kalaupun mereka sudah terlanjur senang memainkan dan tidak memungkinkan untuk dicegah, orang tua perlu memberikan nasihat secara perlahan untuk tidak meniru apa yang dimainkannya dalam kehidupan nyata. Selain itu, perlu dijelaskan juga akibat yang ditimbulkannya jika nasihat tersebut dilanggar. Selanjutnya orang tua juga perlu mengatur waktu anak – anak, haruslah jelas aturan kapan anak dapat bermain dan berapa lama waktu kesepakatan untuk bermain. Perlu ditetapkan juga konsekuensi yang akan didapatkan jika anak melanggar perjanjian tersebut. Orang tua harus secara tegas menjalankan aturan tersebut sampai menjadi kebiasaan sang anak yang terus menerus dilakukan. Selain itu orang tua harus selalu konsisten dan tak bosan untuk mengingatkan waktu – waktu kapan anak harus belajar, bermain, makan dan sebagainya. Orang tua juga perlu memantau anak – anak dalam hal keuangan. Orang tua haruslah tahu kemana – mana aliran pengeluaran anaknya masing – masing supaya dapat diketahui secara jelas mengenai kegiatan anaknya sehari – hari.
Selain dari pihak orang tua perlu ada kesadaran juga dari pihak pemilik persewaan atau rental playstation untuk menetapkan aturan – aturan tertentu seperti tidak membukanya di jam – jam sekolah, melarang anak berseragam untuk bermain ataupun membatasi jumlah jam tiap anak yang bermain di tempat tersebut. Sehingga anak – anak tidak berlebihan dalam memainkannya. Perlu adanya kesadaran dari semua pihak untuk bersama – sama saling membantu membentuk generasi bangsa yang tahu batasan – batasan dalam berbuat.  

Faktor Pembentuk Akhlak



Berbicara mengenai akhlak memang bukan sesuatu hal yang mudah dipahami dan dapat dilihat secara langsung oleh pandangan mata. Tetapi semuanya dapat dinilai berdasarkan ucapan maupun perbuatan seseorang sehingga orang tersebut dapat dinilai berakhlak baik ataukah tidak. Begitu halnya ketika kita melihat akhlak dari seorang anak. Kita dapat menilai melalui kebiasaannya, ucapan yang dituturkannya apakah sopan atau tidak, tingkah lakunya apakah baik atau buruk, serta kebiasaannya untuk menghormati orang lain dan kemampuan menempatkan dirinya di suatu lingkungan. Sudah pasti setiap orang tua ataupun guru ingin memiliki anak – anak ataupun siswa – siswa dengan akhlak baik, tak hanya sekedar pintar secara intelektual.
Akhlak itu sebenarnya dibentuk oleh suatu kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Ketika bayi dilahirkan, Tuhan menganugerahkan kesucian jiwa dan raganya. Seperti halnya kertas yang bersih, putih dan kososng, belum terisi oleh apapun. Seiring berjalannya waktu, sang bayi mulai terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, terutama pada awalnya lingkungan yang paling dekat dengannya yaitu keluarga. Keluarga terutama orangtua  sangatlah berperan akan pertumbuhan dan perkembangan sang anak, akan menjadi seperti apa anak itu nanti dengan segala macam kebiasaan baik dan buruknya. Anak cenderung mencontoh dari keluarganya. Jika orang tuanya suka mengeluh, maka si anak nantinya akan menjadi orang yang suka mengeluh. Jika orang  tua senang tersenyum, maka si anak juga akan menjadi orang yang suka tersenyum nantinya. Itulah mengapa orang tua harus berhati – hati akan segala tindak tanduk yang dilakukannya karena akan menjadi teladan bagi sang anak. Terkadang orang tua mengeluhkan anaknya yang bersikap tak seperti yang diinginkan, nakal dan tak dapat diatur. Tunggu dulu … sebelum kita sibuk menyalahkan dan mengutuki anak ada baiknya bercermin terhadap diri sendiri, apakah selama ini kita sebagai orang tua sudah menjadi contoh yang baik bagi anak. Bisa jadi ternyata tanpa kita sadari selama ini anak hanya meniru tingkah laku yang tidak baik dari orang tuanya.
Selain daripada lingkungan keluarga yang memiliki pengaruh pertama kali akan pertumbuhan dan perkembangan anak, lingkungan juga sangat berpengaruh. Orang tua sudah mati – matian menjaga anaknya dan dirinya supaya dpat bertingkah laku dan berakhlak baik, tetapi terkadang suatu ketika lingkungan bisa menjadi lebih besar pengaruhnya daripada keluarga. Lingkungan yang buruk seperti teman – teman yang suka berbicara kotor, berkelahi atau berbuat yang tidak baik bisa jadi akan dicontoh oleh anak – anak ang tadinya masih baik. Karena itu perlu ada tindak lanjut yang lebih untuk kejadian seperti ini. Sebisa mungkin pantau dan pastikan anak – anak untuk selalu berada di lingkungan yang baik. Karena lingkungan yang baik akan berpengaruh pada anak untuk menjadi baik pula. Kalaupun segala daya upaya sudah dikerahkan dan keadaan tidak memungkinkan untuk tidak berada di lingkungan yang baik, orang tua haruslah terus menerus dan rajin menasihati anaknya supaya tak terpengaruh oleh lingkungannya.
Kemudian ketika anak sudah bersekolah tentu anak akan banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Di sinilah peran guru sebagai orang tua di sekolah untuk dapat membawa kebaikan pada anak didiknya. Tak hanya sekedar mengajar secara kognitif saja, terlebih lagi aspek psikomotorik dan afektif yang mengindikasikan akhlak mereka harus dipantau terus menerus supaya anak – anak tidak hanya menjadi anak yang cerdas, tetapi juga anak yang berakhlak baik dan berbudi pekerti luhur.

Profesi PNS Idaman Masyarakat



Di Indonesia puluhan ribu orang berbondong – bondong bersaing memperebutkan kursi – kursi untuk bekerja menjadi abdi negara atau biasa dikenal sebagai profesi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Tak sebanding memang antara kursi yang diperebutkan dengan jumlah orang yang mendaftar, sebagian besar daerah terutama di daerah padat penduduk seperti Pulau Jawa, seringkali perbandingannya sama sekali jauh tak berimbang. Tak jarang formasi yang dibutuhkan hanya satu ataupun beberapa orang, tetapi yang mendaftar sampai ratusan bahkan ribuan orang. Begitu antusiasnya masyarakat Indonesia berusaha mencoba dan terus mencoba ,  sampai ada yang bertahun – tahun mencoba tanpa ada kata menyerah demi  mencapai status menjadi seorang pegawai negeri. Mengapa profesi ini menjadi profesi yang begitu popular dewasa ini sampai – sampai orang – orang rela mengadu untungnya tiap tahun ? Semua orang pun pastinya punya alasan - alasan umum yang kurang lebih sama.
Alasan yang pertama yang mendasari yaitu untuk kepastian masa depan katanya. Walaupun gaji pokok tak sebesar bekerja di perusahaan swasta yang bonafit, tunjangan – tunjangan yang diberikan cukuplah lumayan apalagi mengingat kepastian masa depan yang terjamin dengan adanya dana pensiun. Alasan tersebut membuat sebagian besar kemudian menjadi tenang karena tak perlu terlalu memikirkan kehidupan di masa tuanya. Alasan kedua yaitu beberapa kemudahan yang didapatkan seperti kemudahan untuk mendapatkan pinjaman di bank ataupun di lembaga keuangan lainnya yang menjadi fasilitas tersendiri bagi para abdi negara. Kredit motor ataupun rumah sudah bukan menjadi hambatan lagi bagi pegawai negeri. Alasan berikutnya yaitu peluangnya begitu  kecil akan terjadinya  pemecatan atau PHK yang biasa terjadi diperusahaan swasta. Jarang sekali kita temui pegawai yang kemudian diberhentikan di pegawai pemerintahan. Resiko perusahaan bangkrut juga tidaklah perlu dikhawatirkan.
Beberapa alasan itulah yang biasa ditemui di masyarakat selain alasan – alasan khusus lainnya yang dapat  menjadi dasar orang – orang setiap tahunnya rela mengorbankan waktu dan energinya untuk menjadi PNS. Mencoba dan mencoba, bisa jadi tak diterima tahun ini, terus dicoba lagi tahun depan dan tahun depannya lagi menanti dewi fortuna berpihak pada mereka. Begitulah kenyataan di Indonesia saat ini dimana seorang pegawai negeri sipil menjadi salah satu profesi yang begitu popular di kalangan masyarakat.
Sayangnya kemudian banyak kasus yang terjadi demi tercapainya keinginan untuk memperoleh profesi tersebut kemudian praktik ketidakjujuran mulai dijalankan. Korupsi, kolusi dan nepotisme kemudian tumbuh seiring dengan besarnya keinginan masyarakat. Sebagian masyarakat memberi uang lebih atau menyogok dengan jumlah uang yang tak dapat dibilang sedikit, yang bahkan tak sebanding dengan gaji yang diterimanya per bulan demi mendapat kursi sebagai abdi negara. Sebagian lagi dapat menjadi pegawai negeri karena salah seorang keluarganya menjadi petinggi di tempat yang sama. Begitu marak kasus – kasus penyalahgunaan seperti itu saat ini yang mengindikasikan moral masyarakat yang buruk. Ketakjujuran terjadi di mana – mana. Padahal jika awal masuknya saja sudah tak jujur, bagaimana  mungkin kita berharap orang – orang tersebut bekerja dengan nilai yang baik dalam pekerjaannya. Kemudian karena awal mula proses memperolehnya tak benar maka penghasilan yang diperoleh menjadi tidak berkah. Apakah kita akan membiarkan keluarga kita memakan makanan dari hasil yang tak berkah? Sudah saatnya hal – hal tersebut direfleksi kembali oleh masyarakat. Lebih baik mendapatkan sedikit hasil dengan cara jujur dan berkah daripada mendapat materi yang banyak dengan cara yang tak baik. Karena keberkahan hidup juga akan diperoleh dari bagaimana cara kita memperoleh harta kita.
Masyarakat pun perlu ingat, masih banyak profesi lain di Indonesia ini. Tak  harus menjadi pegawai negeri. Saat ini di tengah pesatnya perkembangan zaman mulai banyak berkembang perusahaan – perusahaan yang maju baik berskala nasional ataupun internasional yang  gajinya bisa jadi berkali – kali lipat besrnya dibandingkan menjadi pegawai negeri. Ataupun jika yang tertarik dalam dunia bisnis, masyarakat  dapat mengembangkan kemampuan dirinya di bidang wirausaha mandiri dengan menjadi seorang entrepreneur yang nantinya akan dapat membuka lapangan kerja sendiri. Banyak keuntungan yang didapatkan bukan hanya diri sendiri tetapi dapat turut serta membantu masyarakat sekitar begitupun memajukan perekonomian Negara. Mari buka mata dan pikiran, lihatlah begitu banyak pekerjaan terbaik menanti kita di luar sana.